GOAT UFC, George Saint Pierre, memprediksi bakal ada pertarungan tak terduga antara Khamzat Chimaev dan Dricus Du Plessis di UFC 319.
Dricus du Plessis akan mempertahankan sabuk kelas menengah melawan Khamzat Chimaev di United Center, Chicago, Minggu (17/8/2025).
DDP memang lebih dijagokan karena punya ketahanan fisik yang dianggap diatas rata-rata.
Petarung asal Afrika Selatan itu selalu memenangi ronde-ronde panjang dalam tiga pertarungan terakhirnya.
Termasuk dua pertarungan berturut-turut melawan Sean Strickland.
Namun, Khamzat Chimaev juga tidak mudah untuk ditumbangkan sebagaimana rekor pertarungannya di UFC.
Jagoan asal Rusia itu tak pernah kalah dalam 14 pertarungan.
Bahkan, Chimaev juga terkenal dengan pertarungan-pertarungan cepat.
Ia memenangi 12 pertarungan tanpa menghabiskan tiga atau lima ronde lewat KO dan submission.
Hanya dua kali ia menjalani ronde penuh ketika melawan Gilbert Burns di UFC 273 dan Kamaru Usman di UFC 294.
Meski begitu, hasilnya tetap untuk kemenangan Borz.
Melihat kemampuan keduanya, George St-Pierre sebagai mantan juara kelas menengah tak bisa memprediksi duel tersebut.
Menurutnya, dua petarung akan memberikan pertarungan yang sangat tidak terduga di oktagon.
“Mereka berdua bisa menang dengan cara yang sangat tak terduga,” kata George St-Pierre dikutip Juara.net dari Essentially Sports.
“Pertarungan ini mempertemukan dua atlet yang sangat berkompeten, yang akan saling bertarung.”
“Tentu saja, mereka punya spesialisasi, terutama Chimaev, dia sangat jago gulat dan submission, tetapi mereka berdua bisa saling menjatuhkan,” jelas GSP.
Bicara mengenai kelebihan, dua petarung dianggap punya kemampuan masing-masing.
Namun, GSP tampak lebih banyak menyebutkan kelebihan yang dimiliki Chimaev.
“Saya pikir Chimaev punya kelebihan dalam gulat, take down, mengendalikan lawan, dan kekuatan.
“Tetapi jika dibandingkan postur tubuh, saya pikir DDP (lebih kuat),” tuturnya.
Namun, GSP yang punya rekor 26 kemenangan dari 28 pertarungannya tetap enggan untuk memprediksi pemenang duel tersebut.
DDP dengan kekuatan fisiknya, sedangkan Chimaev punya kemampuan gulat yang mumpuni.
“Mereka akan marah (jika saya mendukung satu pihak). Jadi, saya punya pendapat, tetapi saya tidak bisa benar-benar membagikannya,” tutur GSP.
“Ini akan menjadi pertarungan yang menarik,” pungkasnya.






