Petarung kelas menengah, Paulo Costa, langsung mengajukan tantangan kepada Khamzat Chimaev setelah memenangi UFC 318.
Paulo Costa sukses meraih kemenangan atas Roman Kopylov di UFC 318.
Petarung asal Brazil itu menang lewat perhitungan skor juri dalam tiga ronde, 30-27, 30-27, 29-28.
Kemenangan tersebut mengakhiri tren buruk Borrachinha di kelas menengah UFC.
Costa sebelumnya mengalami dua kekalahan pada tahun lalu.
Ia menyerah dari Sean Strickland (UFC 302) dan Robert Whittaker (UFC 298).
“Itu momen yang sulit bagi saya (bangkit dari kekalahan),” kata Costa dikutip Juara.net dari MMA Fighting.
“Saya sudah bekerja keras, banyak pikiran yang membebani saya.”
“Kekalahan demi kekalahan itu tidak menyenangkan.”
“Strategi dan rencana permainan saya adalah tetap di sini dan mendukungnya,” jelasnya.
Setelah kembali ke jalur kemenangan, Costa tidak membuang waktu untuk menantang rival lamanya, Khamzat Chimaev.
Dalam wawancara selepas UFC 318, Costa tampak murka dengan perilaku Chimaev di media sosial.
Ia mengklaim bahwa Chimaev mengirim pesan langsung ke istrinya selama sepekan terakhir jelang UFC 318.
Itu semakin membakar api emosional Costa terhadap Chimaev.
“Semua orang tahu aku benci orang itu (Chimaev),” ucap Costa.
“Semua orang tahu siapa, si brengsek itu (Khamzat) Chimaev.”
“Dia brengsek. Dia menjelek-jelekkanku dan (istriku). Dia pengecut.”
“Aku akan mengejarmu. Aku tidak akan berhenti sampai aku berhasil menangkapmu,” pungkasnya.
Namun, Costa tidak bisa serta merta langsung melawan Chimaev setelah UFC 318.
Ia harus menunggu sampai pertarungan sabuk Chimaev melawan Dricus Du Plessis di UFC 319 pada 17 Agustus mendatang.
Apabila Chimaev menang, maka peluang Costa menghadapinya juga terancam sulit.
Mengingat secara posisi di ranking masih terlalu jauh bagi Costa untuk menantang pemegang sabuk.
Saat ini, Paulo Costa berada di posisi 13 ranking UFC kelas menengah.
Kemenangan atas Kopylov berpotensi mengangkat posisinya ke peringkat 12.






